Inspirasikan Hidup Anda Hari Ini

IKLAN TIDAK SEHAT

Minggu, 19 April 2009


Penuh sesak rasanya dada ini ditambah lagi semakin mengerenyitnya dahi saya melihat iklan-iklan di seluruh media. Bayangkan saja para marketer di Indonesia serasa sudah tidak memiliki lagi hati nurani dalam mebanggakan produk mereka masing-masing.

“0,01/ detik!“ saya memilih tagline XL ini sebagai iklan provider terburuk bulan ini. Saya heran koq tidak dijelaskan pula setelah menit ke berapa seorang pelanggan baru akan mendapatkan tariff “0,01 per detik”. Apakah para marketer mereka tidak melihat bagaimana para konsumennya sudah lebih apatis dalam melihat iklan-iklan seperti ini. Maksud saya XL hanya buang-buang uang saja karena masyarakat sudah lama tidak peduli terhadap iklan provider berjenis tariff yang terkesan murah padahal .. MAHAL BANGET !!!!

Suatu saat akan tercipta situasi dunia dimana konsumen tidak percaya dengan segala hal yang dikatakan oleh seorang marketer, hal ini disebabkan karena marketer terlalu berlebihan dalam menjelaskan keunggulan produknya dan tanpa diserta “aturan pakai”. Segala ucapan, iklan, tagline hanyalah menjadi bahan tertawaan dan ajang kebohongan bagi para konsumennya.

Iklan anda tidak ada bedanya dengan iklan para caleg yang telah kita lihat, dimana akhirnya berujung ke 2 kata yaitu POLUSI dan MATA. Yah betul selama sebulan Negara kita mengalami polusi mata besar-besaran. Iklan-iklan yang tidak mendidik seperti XL akhirnya berujung pada hal yang sama dengan para caleg, mengotori layar tv ajah …..
Produsen cuap-cuap sedangkan konsumennya tetap asyik sendiri.

Lalu iklan bagaimana sih yang sehat?menurut saya iklan yang sehat adalah iklan yang dapat memciptakan situasi membangun hal-hal positif. Misalkan AXIS dengan menjelaskan segala aturan pakai yang diperlukan untuk mendapatkan fasilitas telekomunikasi-nya, SOFTEX yang rajin dalam menjalankan seminar-seminar berkualitas, ANLENE dengan seribu langkah-nya, A MILD dan L.A LIGHTS yang setia dengan industry musiknya, Djarum Black dengan BLACK Innovation award-nya, dan tidak ketinggalan pula dengan blog competition-blog competition yang sering diselenggarakan oleh para blogger.

Yang penting disini adalah barang siapa yang menyuguhkan kejujuran dan berani menelanjangi dirinya di depan konsumen maka dia-lah yang akan dikejar oleh calon konsumen.

Para marketer tolong jaga hati nurani anda dan jangan buat iklan yang membodohi diri kami lagi !
Bantu kami agar kami tetap dapat mempercayai anda…..


Read more...

LAYOUT EVENT KICKFEST JOGJA '09

Rabu, 08 April 2009



JIKA ANDA MENCARI THISCONNECT CLOTHING ANDA BISA MENEMUKANNYA DI STAND NO.3 SEBELAH KANAN STAGE ... SEE YOU IN THE PIT!

Read more...

PIALA DUNIA 2002 DI TANAH INDONESIA


Saat ini PSSI sedang menyiapkan program mega besar bagi dunia sepakbola Indonesia dengan mengajukan proposal tuan rumah penyelenggara piala dunia 2022.Seorang adhyaksa dault mengatakan bahwa “ini merupakan mimpi, dan orang paling miskin adalah orang yang tidak memiliki mimpi”. Sekilas perumpamaan ini benar adanya, bahkan 100% benar!, namun ada baiknya pula jika kita realistis terhadap kehidupan sepakbola Indonesia.
Tentunya kita semua ingat bagaimana para pengikut Nurdin Halin berusaha sangat keras agar atasannya tidak dilengserkan dari posisi jabatan ketua yang pada saat itu sedang terjerat tindak pidana dan berada di dalam jeruji besi.
Entah lobi apa yang mereka tawarkan ke FIFA hingga kasus ini lolos dari jeratan hukuman sanksi yang berlaku di FIFA, dimana PSSI berada di bawah naungannya. Jangan lupakan pula bagaimana seorang Nurdin Halid mampu mengacak-acak cara kerja KOMDIS PSSI, sehingga KOMDIS terlihat memihak terhadap salah satu klub sepakbola Indonesia. Dan jangan lupakan pula bagaimana rakusnya PSSI dalam bernegosiasi dengan pihak sponsor, sehingga menyulitkan banyak klub bola dalam menggaet pihak sponsor untuk mendanai kebutuhan klub mereka hanya dikarenakan PSSI disponsori oleh salah satu pabrik rokok (bukankah ini monopoli?).
Untuk kasus timnas kita mengalami regenerasi yang sangat buruk, tidak adanya pembinaan pemain muda yang baik, ketidakjelasan program timnas junior, jadwal kompetisi yang selalu acak-acakan, dan masih banyak lagi.
Untuk menyelenggarakan piala dunia diperlukan investasi yang besar, salah satu media elektronik menyebutkan sekitar 8-10 triliun dibutuhkan untuk menyelenggarakan piala dunia, dan tidak ada penyelenggara yang merugi dalam menyelenggarakan piala dunia.
Adhyaksa Dault mengatakan bahwa afrika mampu, kenapa Indonesia tidak mampu? Dilihat dari segi kekuatan ekonomi kedua Negara ini tidak jauh berbeda.
Namun ada sedikit perbedaan yang mencolok. Yaitu prestasi individu pemain sepakbola Indonesia. Tidak ada satu pun pemain dari Negara kita ini yang mampu menembus persaingan eropa! Beda dengan pesepakbola afrika yang telah menyisipkan banyak warganya dalam kompetisi di berbagai Negara dan berbagai level.
Ketidakmampuan pemain Indonesia cukup jelas menggambarkan bagaimana organisasi PSSI tidak mampu dalam menciptakan system perseakbolaan yang baik.
Melihat banyaknya peristiwa yang memalukan serta ketidak mampuan PSSI dalam menjalankan roda organisasinya dengan baik. Impian sebagai penyelenggara piala dunia terlihat hanyalah sebagai alat politik kepentingan kelompok tertentu.
Kita lihat berapa besar yang digelontorkan PSSI untuk mengirim timnas senior dan junior untuk menimba ilmu di luar negeri, namun sayangnya hasilnya belum Nampak sedikit-pun. Jangan pernah beralasan itu adalah proyek jangka panjang karena setelah sekian puluh tahun tidak pernah terlihat kemajuan sedikit pun. Jangan-kan bicara mengekspor pesepakbola ke luar negeri, untuk berkopmetisi di asia Negara saja dada ini sudah sesak memikirkannya. Hal ini menunjukkan cara PSSI dalam menjalankan system pembinaan masih amburadul.
Penyelenggaraan piala dunia 2022 hanyalah suatu alat politik dalam menggapai keinginannya, dan saya melihat dua hal yang patut menjadi pertanyaan kita semua.
Pertama saya melihat ini hanyalah suatu kondisi yang diciptakan oleh Nurdin Halid agar masyarakat segera melupakan kasus perseteruan memalukan bangsa antara dirinya dengan FIFA, dan yang kedua bukankah proyek mega besar ini dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak sebagai lubang baru dalam berkorupsi?
Pilkada sebelumnya Dada Rosada menjanjikan pembangunan stadion mega besar bagi PERSIB untuk mencapai kemenangan PILKADA kota Bandung, namun hingga saat ini tidak pernah ada titik terangnya, tidak ada pembahasan diantara klub, pemerintah, dan warga secara terbuka bagaimana stadion tersebut direalisasikan. Masyarakat terlalu mudah dibodohi, maaf namun ini realita yang ada.
Untuk hal korupsi kita memiliki KPK, BPK serta pihak kepolisian. Namun kita jangan mudah lupa bagaimana pekerjaan mereka sudah berat dalam menjerat para pejabat yang korup. Apakah mereka masih memiliki tenaga dan tingkat konsentrasi yang tinggi dalam memperhatikan tindakan korupsi yang kemungkinan terjadi selama persiapan penyelenggaraan piala dunia.
Saya adalah seorang pemimpi namun saya juga seorang realistis. Tulisan saya sebelumnya menceritakan bagaimana menciptakan suatu organisasi yang kompetitif. Dikatakan bahwa salah satu unsur yang harus diperhatikan adalah pengendalian organisasi, serta system informasi baik itu akuntasni, manajemen, eksekutif, dan yang lainnya.
Sebaiknya bangsa ini perlu sadar untuk jangan terlalu terbuai dengan mimpi-mimpi yang jauh dari realistis. dan seyogyanya PSSI perlu memberikan waktu dan tenaganya untuk menciptakan bibit-bibit pesepakbola muda untuk masa depan timnas.
Kenapa suatu organisasi yang diatur oleh bangsa ini sulit untuk menggapai prestasi yang menggembirakan, namun ketika pihak asing yang menjalankannya, organisasi tersebut dapat mencuat dengan baik. Kesalahannya menurut saya terletak pada bagaimana suatu system diciptakan dan dijalankan.
Mari kita lihat bersama apakah pada tahun 2022 Indonesia dapat menggapai mimpinya seperti yang didengung-dengungkan oleh PSSI atau tulisan di blog ini yang dapat membuktikan kebenarannya.



Read more...

PEMAKSAAN KONSUMEN

Selasa, 07 April 2009


Apakah anda pernah merasakan kesal karena harga-harga yang tertera di seluruh produk hypermart, supermarket, minimarket, dan toko yang menjual produknya dengan harga-harga ganjil? Pernahkah anda merasa kesal karena uang kembalian anda diganti secara sepihak oleh pengelola toko dengan sebuah permen yang sebetulnya anda tidak menginginkannya? Dan pernahkah anda mendengar lembaga perlindung konsumen?

Saya yakin semua hal diatas sering anda alami bahkan mungkin setiap hari anda mengalaminya. Melalui tulisan ini muncul harapan bahwa ada seseorang yang berkepentingan dan menyampaikan ide saya ini untuk menjadi suatu realisasi yang nyata bagi perlindungan konsumen.

Lembaga perlindungan konsumen seyogyanya dibentuk untuk memberikan rasa kenyamanan konsumen dari para pedaganga sehingga konsumen tidak dirugikan oleh segala tingkah laku para pedagang. Namun sayangnya lembaga tersebut seperti dibutakan matanya dari peristiwa-peristiwa yang kita alami dalam hal uang kembalian.

Menurut saya langkah yang paling mudah bagi perlindungan konsumen dalam memberikan keadilan kepada para konsumen atas uang kembalian yang memang menjadi haknya mereka adalah dengan cara mengeluarkan kebijakan bagi seluruh pedagang untuk tidak mencantumkan angka-angka ganjil dengan alasan apapun juga dan ketika harga-harga barang dikombinasikan yang kemudian dijumlahkan maka yang muncul adalah angka-angka yang masih memiliki nilai tukar di masyarakat umum (Rp.25 tidak memiliki nilai tukar di masyarakat umum). Dan lembaga perlindungan konsumen pun harus memberikan pernyataan dan peraturan bahwa mengganti uang kembalian dengan sebuah permen adalah perampasan hak azazi manusia dimana seseorang dipaksa untuk membeli sejumlah barang dimana barang tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.

Semoga saja ada orang yang berkepentingan yang dapat menyalurkan isi dari tulisan saya ini kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan.



Read more...

Gratiskan Internet !

Jumat, 20 Maret 2009



Sudah sangat lama rasanya saya tidak menulis, saya mohon maaf kepada pihak-pihak yang menunggu tulisan-tulisan saya berikutnya. Hal ini bukanlah tanpa sebab melainkan sebulan terakhir saya sibuk dalam persiapan pesta pernikahan saya, yang Alhamdulillah berjalan dengan sukses sesuai dengan yang diharapkan.

Oke sebaiknya kita sudahi saja basa-basi ini. Seminggu terakhir ini selalu terngian satu topic dalam benak saya mengapa pemerintah sepertinya enggan memberikan edukasi yang maksimal kepada rakyatnya. Kita ambil contoh dari sisi teknologi, dimana teknologi merupakan salah satu factor penting dalam mendukung kemajuan bangsa ini. Baik dari sisi edukasi, pendapatan, mengurangi pengangguran dan masih banyak hal lainnya.

Jika anda pernah hidup di luar negeri, maka anda salah satu orang yang beruntung karena tidak semua warga kita bisa melakukannya seperti yang anda lakukan. Di luar negeri setiap warganya mendapatkan fasilitas internet gratis yang bisa dibilang memliki kemampuan yang sangat baik jika dibandingkan dengan penyedia jasa internet yang bertebaran di Negara ini.

Di awal kata saya menyebutkan internet dapat mengurangi pengangguran, meningkatkan edukasi, serta menambah pendapatan. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Tentunya anda semua mengenal sangat baik dengan situs jejaring facebook, friendster, atau mungkin anda mengenal juga www.last.fm, www.devianart.com. Seluruh situs-situs ini dikelola oleh orang asing dan memiliki pendapatan yang menakjubkan. Apa jadinya jika orang Indonesia memiliki situs jejaring sesukses facebook, friendster, atau situ-situs jejaring social lainnya? Jawabannya adalah akan semakin bertambah banyaknya orang kaya di negeri ini, dan jika yang memilikinya adalah orang miskin (bukan tidak mungkin bukan?!?) maka itu berarti akan berkurangnya minimal satu orang miskin di negeri ini.

Melalui internet pula kita dapat membuka mata kita mengenai berbagai bidang seperti music, pendidikan, hobi, kolektor, seniman, bisnis, bahkan politik seperti yang dilakukan situs yang bernama www.janganbikinmalu2009.com. Jangan lupakan pula bagaimana para blogger di Indonesia rela dengan sukarela membagikan ilmu yang mereka miliki untuk di share melalui blognya masing-masing.

Melalui teknologi salah satunya diwakili oleh media internet para caleg tidak perlu lagi mengotori sudut-sudut kota dengan poster-poster, baligho-baligho atau atribut apapun yang dapat merusak keindahan kota dan menaikkan darah emosi para pemilik tembok yang sudah dikotori. Cukup dengan membuat situs, jabarkan visi dan misi, buka forum terbuka dengan masyarakat, serta dengarkan apa pendapat rakyat mengenai bangsa ini melalui e-mail atau box curhat,tanpa harus takut apakah pendapatnya lolos badan sensor para birokrat atau tidak. Dengan begitu anda dapat meraih hati masyarakat secara murni dan bukan hasil rekayasa.

Namun sayangnya semua hal di atas masih sebatas mimpi, karena speedy sebagai bagian dari Telkom yang notabene bagian dari pemerintah dimana pihak speedy khususnya pihak speedy untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang masih memberlakukan tariff yang tidak murah jika dibandingkan dengan kualitasnya.

Bayangkan jika internet di negeri ini gratis berapa besar keuntungan baik dari sisi material maupun non- material yang diperoleh negeri ini. Berapa besar jumlah pengangguran yang berkurang, berapa banyak masyarakat Indonesia yang bertambah pintar.

Jangan pandang internet dari sisi seksualitas-nya saja tapi pikirkan sisi positif dari teknologi khususnya internet. Pemerintah tolong buat kami menjadi pintar jangan membuat orang pintar menjadi bodoh.

Read more...

YES! WE ARE SPEAK LOUDER!

Rabu, 11 Februari 2009


Banyak pihak yang menanyakan mengapa KICKFEST tahun ini diberikan tagline “SPEAK LOUDER!”, apakah ada kaitannya dengan tagline tahun sebelumnya “DARE TO DREAM”?

Okeys beginilah kiranya penjelasan kami. Setelah sukses dalam penyelenggaran Clothing and Distro Exhibition pada tahun 2007 dan 2008, serta kesuksesan para pengusaha kreatif industry dalam mengembangkan usahanya, banyak kalangan yang mencoba mengikuti jejak kami mulai dari pendirian perusahaan clothing, hingga penyelenggaraan exhibiton yang berlabelkan industry kreatif.

Semakin banyak para pelaku industry kreatif sangat menyenangkan bagi hati kami, karena itu berarti bangsa ini lebih menghargai karya cipta anak bangsanya sendiri, coba bayangkan dengan 15 tahun yang lalu dimana merk-merk luar negeri sangat Berjaya di Indonesia seakan-akan industry dalam negeri adalah tamu dari planet lain. Produk-produk local dianggap sebagai sosok alien yang tidak layak masuk dalam hitungan jari kita dalam menentukan cara ber-fashion dan band-band indie seakan berjuang sendiri menegakkan bendera Indonesia di kancah international, majalah local dipandang sebagai majalah yang biasa saja.

Tahun-tahun kelabu itu telah berhasil kita lewati bersama. Beberapa tahun yang lalu saya mengikuti seminar Hermawan Kertajaya, pada sesi itu beliau mengatakan bahwa ZARA (cewek-cewek pasti tahu dong merk ini …..  ) berhasil meningkatkan omsetnya berkali-kali lipat hanya karena ZARA memproduksi setiap design yang dimiliki sebanyak 1 lusin! Pengusaha muda clothing dan distro di Indonesia telah melakukannya 15 tahun yang lalu! Apakah ZARA membaca fenomena ini kemudian menjiplaknya? Saya sendiri tidak tahu. Tapi satu hal yang pasti ZARA menciptakan design untuk produk-produknya itu berasal dari tangan-tangan designer jalanan, salah satunya INDONESIA!

Sekarang kita kembali lagi ke fenomena KICKFEST. Banyak sekali kalangan yang mencoba melakukan langkah-langkah serupa dengan menyelenggarakan acara yang boleh dibilang mirip, mulai dari akhir tahun 2008 hingga tahun 2009 sekarang ini, namun dari berbagai kalangan yang mencoba menyelenggarakan industry kreatif hanya KICKFEST-lah yang mendapatkan hati special di mata masyarakat. Hal ini bukanlah sesuatu tanpa bukti semata, kita bisa melihat dari kematangan tema, grafik pengunjung, ide-ide kreatif yang disuguhkan, sejarah-sejarah yang selalu muncul tiap tahunnya, pelaku industry kreatif yang hadir, hingga jumlah peserta KICKFEST itu sendiri. Dan tidak lupa pula tulisan-tulisan di media cetak maupun elektronik yang menggambarkan betapa besarnya KICKFEST. Tidak percaya?silahkan ketik keyword “KICKFEST” pada halaman google anda dan kita lihat apakah tulisan ini membual atau tidak.

Melihat seluruh fenomena diatas, kami tim KICK selaku penyelenggara resmi KICKFEST melakukan diskusi yang mendalam mengenai situasi dan kondisi yang sedang berkembang saat ini, setelah berdiskusi selama berminggu-minggu akhirnya kami sepakat untuk menggunakan tagline “SPEAK LOUDER!” dimana arti dari tagline itu adalah seberapa banyak-pun pihak yang mencoba melakukan hal yang serupa, KICKFEST akan selalu menjadi ajang yang lebih baik dan kami pun berteriak “SPEAK LOUDER …... !!!”


Read more...

MENCIPTAKAN SUATU ORGANISASI YANG KOMPETITIF

Jumat, 06 Februari 2009


Sudah sejak lama saya ingin menulis kembali mengenai ilmu manajerial setelah posting-posting sebelumnya lebih mengarah ke hal-hal yang berbau social, seperti pendirian taman baca, sumbangan palestina, event distro and clothing terbesar di Indonesia (KICKFEST) yang kebetulan saya ditunjuk sebagai bagian dari tim marketing and promotion-nya (boleh dong bangga dengan diri sendiri….)

Okey sekarang kita kembali ke niat saya yang semula tentang postingan manajerial. Saat ini ada beberapa yang ingin saya ulas seperti cerita singkat mengenai bagaimana mengendalikan suatu organisasi, system informasi apa saja yang terkandung di dalamnya, bagaima suatu organisasi berperilaku, serta cara lain organisasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya.

Langsung tancap gas ajah yah bos….. begini, tentunya kita semua setuju bahwa pengendalian organisasi sangat diperlukan sebagai suatu proses memantau kegiatan untuk menjamin kegiatan tersebut dilaksanakan seperti rencana dan mengkoreksi setiap penyimpangan yang berarti tujuan organisasi dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dimana pengendalian berfungsi sebagai alat control seorang manajer dalam memastikan organisasi mencapai tujuan-tujuannya, jika tidak kita dapat mengetahui secara jelas apa penyebabnya serta untuk melindungi organisasi dan tempat kerja fisik. Pengendalian bisa secara langsung maupun tidak langsung tergantung keinginan dari manajer yang bersangkutan.

Untuk melakukan pengendalian suatu organisasi memerlukan komunikasi yang baik antar elemen organsasi yang saling berhubungan, oleh karena itulah organsasi memerlukan suatu system yang dapat hal tersebut terwujud, system yang saya maksud adalah System informasi manajemen, system informasi produksi, system informasi pemasaran, system informasi akuntansi system informasi keuangan, system pengambilan keputusan, expert system, dan system informasi eksekutif. Seorang manajer harus memahami pengertian dan tujuan dari masing-masing system yang telah saya utarakan diatas, jika memang pengendalian organisasi dianggap sebagai sesuatu hal yang penting bagi organisasi

Di dalam kehidupan manusia, seseorang perlu untuk bersosialisasi dalam kehidupan sosialnya yang berlangsung secara dinamis, setiap orang berperilaku sedemikian rupa sehingga dapat mengikuti perkembangan kehidupan yang terus berubah-ubah. Selayaknya manusia tentunya organisasi perlu untuk berperilaku sedemikian rupa sehingga dapat terus berkompetisi dengan para pesaingnya. Seorang manajer perlu memahami perilaku organisasi dengan baik dan benar serta mengetahui secara jelas bentuk-bentuk perilaku organisasi yang ada, sehingga seorang manajer dapat memilih bentuk yang tepat, sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Ketika organisasi berperilaku terhadap alamnya, pada saat itulah organisasi mulai melakukan perencanaan sesuai dengan keadaan persaingan yang sedang terjadi dalam alam bisnis yang liar. Perencanaan itu sendiri dapat ditempuh dalam berbagai cara, salah satunya melalui pencapaian tujuan berdasarkan sasaran.

Pencapaian tujuan berdasarkan sasaran memiliki pengertian bahwa suatu system manajemen dimana sasaran kinerja yang rinci ditentukan bersama-sama antara para karyawan dan atasannya dan dikaji secara berkala dengan imbalan berdasarkan pencapaian sasaran yang telah disepakati sebelumnya. Ingat jangan lupakan pula prinsip-prinsip dasar yang dimilikinya agar ngga ngawur ajah bos … Kerincian sasaran, pengambilan keputusan yang melibatkan partisipasi, periode waktu yang ditentukan, serta umpan balik dari kinerja yang telah dilakukan sebelumnya adalah unsur-unsur yang dapat dilakukan oleh organisasi agar pencapaian tujuan dapat berjalan secara efektif.

Bagaimana kawan apakah cukup jelas? Jika belum jelas, terus ikuti blog ini dimana saya akan mengupdate terus sisi-sisi kehidupan manajerial.

Hidup Indonesia!

Read more...

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP